Monday, 17 June 2013

Asal Usul Kerajaan Majapahit

Berbagai kerajaan besar dan kuat seperti Sriwijaya, Medang, Kahuripan, Kediri, dan Singasari telah berdiri sebelum  nama kerajaan Majapahit didengar yang diduga berkuasa pada sekitar tahun 1222 - 1500 M. Kerajaan Singasari yang paling berperan khusus berdirinya kerajaan paling besar dan kuat yang pernah berkuasa di tanah Nusantara, kerajaan Majapahit.

Kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok, tepatnya pada masa pemerintahan Kertanegara, raja terakhir Singasari, menarik perhatian penguasa Mongol dan Dinasti Yuan yang sangat terkenal kuat dan ambisius hingga hampir seluruh dataran Asia dan Eropa, Kubilai Khan, cucu dari Jengis Khan. Ketertarikan tersebut didasari oleh Jawa, pada saat itu adalah Singasari, menguasai jalur perdagangan laut yang membentang dari Afrika, Timur Tengah, India, Nusantara, dan Laut Cina Selatan. Kubilai Khan bermaksud untuk mengausai kombinasi jalur laut tersebut dengan jalur darat, Jalur Sutera. Pada masa itu, jalur laut merupakan jalur perdagangan paling efisien dibandingkan jalur darat. Berdasarkan catatan Marcopolo, penjelajah asal Italia, menurut Saya pribadi adalah catatan yang sangat dilebih-lebihkan, bahkan bersifat takhayul. Jika ingin berdagang dari Cina atau Nusantara menuju Eropa, waktu yang ditempuh melalui jalur darat jauh lebih lama dibandingkan jika melalui jalur laut. Menurut Saya pribadi, Jalur Sutera hanya melayani rute-rute dekat namun terhubung dari satu kota ke kota lain, tidak melayani perdagangan langsung dari Cina menuju Eropa.

Karena hal tersebutlah, Kubilai Khan mengirimkan utusan yang bernama Meng Chi pada 1289 M untuk memaksa Singasari berlutut kepada Kubilai Khan, dengan meminta upeti sebagai tanda takluk. Namun Kertanegara menolak dan justru mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajah serta memotong telinga Meng Chi. Setelah Kubilai Khan mengetahui hal tersebut, dikirimlah armada perang yang sangat besar dengan menggunakan ratusan kapal untuk menyerang Jawa, khususnya Singasari pada tahun 1293 M.

Namun pada saat itu, Kertanegara telah tewas digulingkan oleh pemberontakan Jayakatwang yang disiasati oleh Aria Wiraraja. Aria Wiraraja merupakan bupati Sumenep yang merasa sakit hati dan ingin membalas dendam kepada Kertanegara. Jayakatwang merupakan keturunan kerajaan Kediri yang pernah dihancurkan oleh Singasari dan pada saat itu berkedudukan sebagai bupati Gelang-Gelang. Jayakatwang memberontak dari 2 sisi, Utara dan Selatan. Raden Wijaya diutus oleh Kertanegara untuk menumpas pemberontaka dari Utara, Gelang-Gelang. Setelah berhasil mengalahkan pemberonatakan Utara, Raden Wijaya beserta tentranya dihadang oleh pemberontak dari Selatan. Karena kalah jumlah dan Kertanegara telah ditewaskan, Raden Wijaya melariakn diri dengan rute Terung - Kudadu - Madura dan akhirnya bertemu dengan Aria Wiraraja. Tak disangka, Aria Wiraraja justru bekerjasama dengan Raden Wijaya menyususn sisasat untuk menggunlingkan kembali tahta yang baru saja direbut oleh Jayakatwang. Siasat pertama, atas saran Aria Wiraraja, Raden Wijaya, yang datang menyerahkan diri, yang merupakan menantu Kertanegara, diberi pengampunan oleh Jayakatwang yang sekarang berkuasa di daerah Daha. Sebelumnya, Raden Wijaya telah memberikan surat penyerahan diri dan mengabdi kepada Jayakatwang. Jayakatwang senang dengan sikap Raden Wijaya sehingga diberi tanah di daerah hutan Tarik untuk menjadikan lahan perburuan.

Raden Wijaya berusaha keras membuka hutan belantara tersebut dengan bantuan beberapa pengikutnya beserta orang Sumenep. Pada suatu hari, Raden Wijaya menemukan dan memakan buah maja yang rsanya pahit. Sehingga, berdasarkan sumber Kidung Panji Wijayakrama, pemukiman baru tersebut diberi nama Majapahit.

Pada tahun 1293 M, pasukan Monol yang berjumlah lebih dari 20.000 prajurit menyerang Jawa yang dipimpin oleh Ike Mese. Dengan siasatnya, Raden Wijaya mengajak Ike Mese untuk bekerjasama menggulingkan Jayakatwang. Mendengar hal terseut, Jayakatwang murka dan mengirimkan pasukan ke daerah Tuban. Pasukan utusan Jayakatwang hancur lebur, dan kemudian pasukan koalisi Mongol - Raden Wijaya menyerbu Daha, daerah kekuasaan Jayakatwang. Jayakatwang menyerah dan diasingkan di dalam salah satu kapal Mongol.

Siasat berikutnya, Raden Wijaya meminta iin untuk kembali ke Majapahit. Namun Raden Wijaya memberontak dan menyerang balik pasukan Mongol yang sedang mabuk kemenangan secara telak. Ike Mese kembali ke Mongol dengan kekalahan. Ada beberapa versi yang menyebutkan bahwa Kubilai Khan ikut dalam penyerangan Jawa. Hal ini dikarenakan tidak ingin terulangnya kekalahan pada ekspansi ke Jepang. Bahkan diduga, Kubilai Khan tewas di Jawa akibat serangan Raden Wijaya. Hal ini terkait berita setelah kembalinya Ike Mese ke Mongol, Kubilai Khan telah tewas dan tidak diketahui penyebab dan tempatnya. Namun hal tersebut sesuai dengan tradisi Mongol, dimana Raja yang meninggal tidak diberitahukan oleh khalayak agar daerah jajahan tidak memberontak. Sesuai seperti buku Jengis Khan karya John Mann.

Berdasarkan sumber Kidung Harsa Wijaya, setelah kemanangan gemilang tersebut, Raden Wijaya menobatkan diri sebagai Raja Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana pada 15 Kartika 1215 Saka atau 12 November 1293.

No comments:

Post a Comment